Ekseklusif

Update Tiap hari

Select Menu
  • Home
  • Blogging
    • Tutorial Blogspot
    • CSS
    • jQuery
    • Widget
  • Tools
    • Font Awesome
    • HTML Editor
    • HTML Encrypter
    • Code Color
    • Responsive Cek
  • Sitemap
  • Static Page
  • Error Page
Home » Berita Nganjuk » Tokoh » Warga Bagor, Kisah Tragis Nasib Pejuang 10 Nopember

Tuesday, November 10, 2015

Warga Bagor, Kisah Tragis Nasib Pejuang 10 Nopember

admin
Add Comment
Berita Nganjuk, Tokoh
Tuesday, November 10, 2015
Pejuang 10 November, Sekarang Hidup Bersama Kambing
Nganjuk – Memperingati Hari Pahlawan, 10 November ternyata masih ada pahlawan yang hidupnya memprihatinkan. Sinto,93, sekarang hidup bersama kambing-kabingnya di Desa Gandu, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk.
Sinto merupakan mantan Prajurit Hizbullah pada pertempuran mengusir sekutu 10 November 1945 silam. Sinto sekarang berusia 93 tahun merupakan saksi hidup sejarah perjuangan bangsa ini. Pasalnya, di usianya yang baru 17 tahun beliau sudah berada di baris depan membawa bambu runcing. Di usianya yang sudah lanjut, Sinto masih ingat dengan nama-nama pasukan, Batalyon, nama-nama daerah pertahanan, hingga nama-nama komandannya dalam pertempuran.
“Usia saya pada waktu itu masih 17 tahun ikut pelatihan selama satu bulan di Madiun. Setelah itu saya baru dikirim ke Wonokromo Surabaya,” ujar Sinto kepada tim adakitanews.com, Senin (09/11).
Setelah Belanda pergi dan Pasukan Hizbullah disatukan menjadi TNI, Sinto tidak termasuk menjadi tentara. Pasalnya dia menolak ditugaskan ke luar pulau Jawa. Karena kecewa, Sinto memutuskan kembali ke masyarakat dan bekerja menjadi penarik becak. Sebuah pekerjaan berat karena kaki sinto kondisinya sudah tidak normal akibat terkena pecahan mortir saat pertempuran.
Pejuang 10 November, Sekarang Hidup Bersama Kambing
“Tugas sudah selesai, saya memilih kembali ke Nganjuk. Hidup seperti biasa dengan menarik becak, meski kaki sudah tidak kuat karena terkena pecahan mortir, tetap saya jalani,” ujar Sinto
Pekerjaan menjadi penarik becak dilakoni Sinto selama 55 tahun, namun sayang tiga tahun silam becaknya mengalami kecelakan. Bberuntung nyawa Sinto selamat. Akhirnya, Sito bertahan hidup di rumah dari bambu dengan dengan mencari rumput untuk makan kambing peliharaannya.
“Kambing-kambing ini yang menjad hiburan setiap hari saya,” kata Sinto
Sinto mendapat sejumlah penghargaan dan uang pensiun sekira 750 ribu rupiah per bulan dari pemerintah. Namun jumlah itu masih jauh untuk cukup menghidupi dirinya. Meski demikian, Sinto tidak ingin berpangku tangan dan tetap meneruskan perjuangannya bertahan hidup dengan mecari rumput.
Bertepatan dengan Hari Pahwalan, dengan mata berkaca-kaca, Sinto berharap pemerintah mau membantu dirinya memperbaiki rumah yang sudah mau roboh.(Jati/zay)
 Sumber : Adakitanews

Share

Like

G+

Tweet

Tweet
0 Komentar untuk "Warga Bagor, Kisah Tragis Nasib Pejuang 10 Nopember"

Add Comments

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Week

Labels

Artikel Nganjuk Wisata Nganjuk

Blog Archive

  • ►  2016 (125)
    • ►  February (115)
    • ►  January (10)
  • ▼  2015 (33)
    • ►  December (2)
    • ▼  November (1)
      • Warga Bagor, Kisah Tragis Nasib Pejuang 10 Nopember
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (14)
    • ►  June (4)
    • ►  May (3)
    • ►  April (3)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  December (1)
    • ►  July (2)
  • ►  2013 (9)
    • ►  August (1)
    • ►  July (8)
  • ►  2012 (10)
    • ►  October (7)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  October (1)
  • ►  2008 (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2007 (17)
    • ►  October (1)
    • ►  September (9)
    • ►  August (7)
Powered by Blogger.

Entri Populer

Kontak Kami

Name

Email *

Message *

© Ekseklusif Published By Kaizen Templates powered by Blogger.com.
All Right Reserved By .